dilemma warnaku-sebuah puisi

15 08 2009

Yang terpaku dipasak belenggu

Tersimpuh bertepuk tangan

Memerikan segala kemestian

Demi rencana yang mendugakan

Kita merangka setiap keperibadian

Melantangkan apa yang dirasa dan mempertikaikannya

Apakah kau dan aku masih ber-amai-amai

Kala pusaka semakin tergadai erti nilainya?

Akar yang di awang-awangan terus meresap embun kekeliruan

Sehingga dedaunnya bukanlah hijau yang aku kenal

Batang dan rantingnya bukanlah bertanah budi nenek moyangku

Dan pucuk-pucuknya semakin bercabang ke mana-mana

Warnaku!

Ya, warnaku!

Yang mengertikan aku dan engkau adalah serumpun

Namun warnaku yang sebenarnya satu

Kini membeza-bezakan

Tidak lagi membanggakan lidah yang berbicara

Advertisement

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.